Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Mei 2017

Lakukan Hal Sederhana Berikut Dalam Mengatasi Internet Bermasalah

Pernahkah dari teman semua mengalami gangguan internet dari ISP yang kamu pakai bermasalah baik itu di rumah? kantor? atau di tempat anda berlangganan ISP atau ada beberapa perangkat yang tidak mendapatkan koneksi internet dan sebagian lagi bisa. Jika Iya, Langkah apa yang kamu lakukan untuk memperbaiki kondisi yang ada? Kebetulan jika sedang urgent, ataupun sedang jenuh dan ingin berselancar ria di dunia maya, yang hobby bermain game, pasti merasa jengkel apabila mengalami hal ini. 

Alvin Syahri ( Engineer Nusanet Medan)


Solusi pertama yang kamu lakukan biasanya melapor kepada pihak Helpdesk atau Call Centre tempat kamu berlangganan ISP. Kedua, Menunggu, entah sampai kapan team engineer tiba di tempatmu. Tahukah anda, ada antisipasi dini untuk memperbaikinya meskipun masalah di lapangan begitu dinamis, tidak sepenuhnya berhasil tetapi cara ini bisa kamu coba untuk memperbaiki sendiri masalah yang anda alami, :

1. Periksa Router

Router Asus 12 +


Hal sederhana ini bisa kamu lakukan dengan mengecek kondisi perangkat yang disediakan oleh pihak ISP kamu berlangganan, perangkat yang dimaksud disini adalah Router dan Adaptor yang digunakan. Kondisi ini dapat anda

Periksa apakah indikator WAN dan LAN pada Router padam atau hidup?

Indikator pada Router ASUS 12 +


Apabila masalah terdapat pada indikator WAN, maka anda perlu mengganti router yang anda miliki. atau pada kondisi dengan router mikrotik, anda hanya perlu mengganti settingan WAN ke port lain.

Periksa indikator LAN yang aktif.

Jika anda menggunakan sebuah switch/hub dan kabel terhubung ke port di router, periksa apakah indikator lampu LAN di router mati atau tidak? jika iya kamu perlu memindahkan ke port LAN yang kosong pada router,

Restart Router
Anda dapat melakukan cara ini dengan menekan tombol on/off pada router jika ada, ataupun dengan mematikannya sesaat dan menghidupkannya kembali dengan cara mencabut adaptor dan mencolokkannya kembali.

2. Periksa Adaptor Radio


Adaptor UBNT


Perangkat Radio yang digunakan memperoleh arus dari sebuah adaptor, cara sederhana ini dapat anda lakukan dengan mengecek apakah adaptor berfungsi atau tidak. Yakni :

Perhatikan apakah adaptor yang digunakan mati atau hidup? 
Jika mati kamu perlu menggantinya. (bisa menunggu team datang)

Perhatikan apakah pada adaptor kabel LAN terpasang dengan benar?
Ada beberapa kondisi, pada adaptor, sering sekali kabel UTP/FTP tercabut, ataupun tertukar misalnya kabel yang dari Radio tercolok di port LAN dan port POE terhubung langsung ke router, hal ini dapat menyebabkan perangkat router mengalami kerusakan, karena arus yang berasal dari POE mengalir menuju router.

Restart Radio
cara ini sama dengan cara merestart router, yaitu cabut dan colok kembali.

3. Periksa Kabel 

Kabel FTP cat 5e

Kabel sebagai media penghantar data sangat penting untuk diperhatikan. Jika kamu termasuk pelanggan lama. pasti ada beberapa kondisi dimana kabel kamu perlu diganti, ada kemungkinan kabel yang digunakan putus entah karena digigit tikus atau karena diputus oleh tetangga (mungkin saja kabel kamu melintang diarea tempat tinggalnya). Periksa apakah kabel dari radio ke adaptor tercolok dengan benar?, periksa apakah kabel dari adaptor ke router tercolok dengan benar( jangan sampai kedua kabel ini terbalik). 


4. Cek Settingan Router



Cara ini mungkin tidak sepenuhnya dapat kamu lakukan, tapi mungkin saja kamu pernah berkecimpung di bidangnya, bisa saja mengecek settingannya.

Hal ini dapat anda lakukan dengan memperhatikan settingan yang terdapat pada router, pada beberapa kondisi router yang kita miliki mengalami settingan pabrikan(default) dan harus diset ulang kembali. Jika terulang kembali disarankan untuk mengganti perangkat router yang anda miliki.
Jika perangkat Radio Link kamu berada pada kondisi tidak dapat dijangkau, diwajibkan untuk menunggu pihak teknis datang perbaikan. 

5. Periksa Perangkat Outdoor (Radio Link dan Anti Petir)


Radio Eforce epmp 180

Jika kamu memiliki perangkat radio link yang dapat diakses dengan mudah, tanpa harus memanjat tiang atau tower, kamu dapat melakukan hal ini
periksa apakah perangkat radio dalam keadaan lampu indikator hidup?
periksa apakah perangkat radio dalam keadaan kokoh ( mudah bergeser, tidak terkunci benar)
periksa apakah anti petir yang digunakan kemasukan air atau tidak?

Begitu banyak kondisi yang dapat menyebabkan internet anda bermasalah, bisa saja terjadi dari pihak ISP yang sedang bermasalah ataupun dengan perangkat internet yang diberikan sudah saatnya di ganti. Tetapi hal sederhana di atas, adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan. Biasanya ketika kamu menghubungi operator, beberapa cara di atas juga mereka lakukan untuk memandu kamu. Sekian dan terima kasih semoga membantu





Senin, 22 Mei 2017

Jelajahi Informasi Mengenai Kabel Twisted Pair Disini

Pernahkah anda mendengar istilah kabel twisted pair? kabel LAN? ya, pada umumnya banyak orang mengenal benda ini dengan sebutan kabel LAN. Tahukah kamu, bahwa kabel twisted pair memiliki banyak jenis kategori dari masa ke masa, hingga pada saat ini yang terbaru dengan kategori 7. Untuk lebih jelasnya, silahkan disimak artikel dibawah ini...

Dalam dunia jaringan komputer pastinya kita tidak akan lepas dari semua kebutuhan perangkat yang dibutuhkan untk memperlancar kinerja dari suatu jaringan tersebut, seperti contohnya kabel twisted pair ini.

Kabel twisted pair atau awamnya disebut dengan kabel LAN merupakan kabel yang digunakan secara umum dalam dunia jaringan komputer, baik untuk menghubungkan perangkat keras jaringan komputer antara satu dengan lainnya, 

Kabel FTP cat 5

Pengertian Kabel Twisted Pair

Kabel Twisted pair ini kalau diartikan dalam bahasa indonesia kurang lebih memiliki arti kabel pasangan berbelit, yang mana jika kita simpulkan bahwa kabel ini berpasangan antara satu kabel dengan satu kabel lainnya. nanti anda akan tahu dan lebih jelas lagi.

Dari Wikipedia dijelaskan bahwa pengertian twisted pair cable adalah sebuah bentuk kabel yang dua konduktornya digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan gangguan elektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel pasangan berbelit tak terlindung (UTP cables), dan wicara silang (crosstalk) di antara pasangan kabel yang berdekatan.

Kabel Twisted pair merupakan media guided yang paling hemat dan paling banyak digunakan. Jenis media transmisi ini merupakan media transmisi yang paling umum untuk Media ini terdiri atas dua kawat yang disusun dan disekat dalam suatu pola spiral beraturan. Sepasang kawat bertindak sebagai satu jalur komunikasi tunggal.

Beberapa pasangan kawat di bundle menjadi satu kabel dengan cara dibungkus dalam sebuah pelindung yang lebih keras. Masing-masing kawat diberi warna yang berbeda satu dengan yang lain. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam proses wiringnya, terutama dalam pemasangan kabel kedalam konektor.

lihat juga Jenis Konektor Kabel Twisted Pair dan konektor kabel jaringan lainnya.

Kategori Kabel Twisted Pair Berdasarkan Karakteristik Transmisinya

Kabel jenis twisted pair terdiri atas beberapa kategori didasarkan pada karakteristik transmisinya sehingga masing-masing kategori mempunyai laju data yang berbeda untuk bermacam aplikasi komunikasi.



Kategori 1 hanya digunakan untuk komunikasi suara, biasanya digunakan untuk kabel telepon. Sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) dan ISDN.

Kategori 2 dapat menghubungkan perangkat yang karakteristik transmisinya sampai dengan 4 Mbps (LocalTalk).

Kategori 3 digunakan untuk transmisi dengan maksimum laju data sampai dengan 10 Mbps – 16 Mbps (Ethernet).

Kategori 4 digunakan untuk menghubungkan perangkat dengan karakteristik laju transmisinya s/d 20 MHz (16 Mbps Token Ring).

Kategori 5 digunakan untuk menghubungkan perangkat dengan karakteristik transmisinya s/d 100 MHz. dikenal dengan istilah Fast Ethernet.

Katgori 5e merupakan perbaikan kualitas dari kategori 5 walaupun laju data tetap pada 100 Mbps.

Kategori 6 dan Kategori 7 digunakan untuk menghubungkan perangkat dengan karakteristik transmisinya 250 Mbps – 600 Mbps (kualitas baik dapat menyampaikan data dengan laju 1 Gbps). dikenal dengan istilah Gigabit Ethernet.

Berikut Tabel Kategori tabel twisted pair bisa anda pahami lebih lanjut;
Susunan Warna Kabel Twisted Pair

Pada kabel twisted pair kategori 5 atau 6 yang terdiri atas 8 kawat tunggal dengan susunan warna sebagai berikut: :

  1. White Orange
  2. Orange
  3. White Green
  4. Green
  5. White Blue
  6. Blue
  7. White Brown
  8. Brown


Untuk lebih mudah memahami urutan kabel yang ada pada kabel twisted pair anda bisa menyimak pada gambar berikut;


Warna kabel pada Twisted Pair
Sekian artikel mengenai kabel twisted pair, jika ada saran ataupun komentar dapat diposting di kolom komentar. Sekian dan terima kasih.

Sabtu, 20 Mei 2017

Setting Router Mikrotik Sebagai Access Point

Pernah dari teman semua mengalami masalah dengan WiFi yang diperoleh dari sebuah Repeater di tempat sobat? Instalasi Repeater sebagai penguat sinyal WiFi memang memudahkan pemakainya tanpa harus memikirkan jalur kabel yang harus dibuat. Namun router dengan mode repeater memiliki kendala dengan kondisi ruang yang agak tertutup, sinyal yang diteruskan terkadang tidak diterima dengan baik oleh Repeater dan mengakibatkan WiFi yang dipakai hilang timbul. Inilah yang menjadi penyebab masalah internet lambat atau bahkan putus sambung.

Access Point


Dengan Mensetting Router sebagai Access Point, data yang diperoleh dari router utama tidak mengalami gangguan dengan kabel sebagai media transmisinya. sehingga WiFi yang dipancarkan pada Router sebagai Access Point dikatakan sama kuatnya dengan Router utama.
Berikut langkah-langkah yang dapat sobat lakukan ketika ingin mensetting Router sebagai Access Point: (kasus disini menggunakan Router Merk Mikrotik RB 951 ui, apabila ingin menggunakan router lain konsepnya sama, yakni dengan mode DHCP diset disable) :

IP > Bridge
Bridge semua port ether 1 sampai dengan ether 5 dan wifi





IP > Address
Buat Ip local address, IP tidak boleh sama dengan IP router utama ataupun IP perangkat lainnya, misalnya 192.168.1.2/24, arahkan pada interfaca bridge1.



IP > DNS
Inputkan IP DNS misalnya dalam kasus ini 202.162.192.10 dan 202.162.192.10 (bisa diperoleh dari ISP anda berlangganan.



IP > Route
Inputkan IP Gatewaynya
(IP gateway diisi dengan IP lokal Router Utama)



Access Point memerlukan penarikan kabel LAN dari Router utama menuju router yang dijadikan sebagai Access Point. Kendala yang biasa dialami biasanya jalur yang dilalui tergantung oleh bentuk bangunan yang rumit.

Jumat, 19 Mei 2017

Kenali Jenis Konektor yang Digunakan Pada Kabel Jaringan


Setelah membahas tentang kabel jaringan pada artikel sebelumnya, kali ini mari kita bahas konektor pada masing-masing kabel yang digunakan. konektor adalah alat yang dapat menguhubungkan perangkat-perangkat jaringan ke kabel sehingga transmisi data dapat berjalan dengan baik.                 
Konektor berfungsi untuk menjaga transmitter maupun receiver mengirim dan menerima sinyal informasi dengan baik tanpa ada gangguan masalah. Oleh karena itu ketepatan koneksi dan jenis konektor yang diguanakan sangat berpengaruh pada data yang ditransmisikan.

Berikut adalah macam macam konektor jaringan komputer beserta fungsinya  :

Konektor pada Twister pair

1. RJ45
Konektor RJ45 adalah konektor yang biasa dipergunakan dalam instalasi jaringan kecil (LAN) dimana kabel yang digunakan adalah kabel twisted pair tipe UTP. Konektor ini berfungsi untuk menghubungkan kabel UTP dengan NIC yang mana kini port yang dipergunakan kebanyakan adalah port RJ45.

Connector RJ 45

Harga konektor yang terjangkau, dan pemasangan yang mudah membuat konektor ini populer di kalangan pengguna jaringan berskala kecil atau LAN.
Ciri-ciri yang mendasar dari konektor ini adalah warna konektor yang bening, terdapat 8 pin tembaga di ujung konektor ini sebagai pin-pin yang akan menghubungkan NIC dengan UTP. Cara pemasangannya cukup mudah, yakni dengan mengkrimping dengan tang krimping konektor RJ45, namun apabila terjadi kesalahan dalam pengkrimpingan, mau tak mau konektor ini harus diganti (sekali pakai).

2. RJ11
RJ 11 adalah konektor yang dipergunakan dalam jaringan telepon. Konektor ini biasanya disandingkan dengan kabel STP.

Connector RJ 11



Konektor pada coaxial

Konektor yang digunakan bersama kabel koaksial adalah konektor Bayonet Neil Concelman (BNC). Adapter-adapter dengan tipe berbeda tersedia untuk konektor BNC, termasuk konektorT,konektor barrel, dan terminator. Konektor pada kabel merupakan titik terlemah di jaringan.




BNC RG59


Connector BNC ini adalah Konector yang digunakan sebagai penghubung antara kabel dengan perangkat CCTV baik monitor, DVR, maupun Camera. Connector ini khusus dipergunakan untuk kabel CCTV jenis RG59. Konektor ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya.

BNC RG6
BNC RG6
Connector BNC ini adalah Konector yang digunakan sebagai penghubung antara kabel dengan perangkat CCTV baik monitor, DVR, maupun Camera. Connector ini khusus dipergunakan untuk kabel CCTV jenis RG6. Konektor ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya.

BNC to BNC

BNC to BNC

Connector BNC ini adalah Konektor yang digunakan untuk menyambung kabel dari BNC RG6 BNC RG6 yang akan dihubungkan ke Monitor, TV, dan DVR. Konektor ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya. 

BNC-RCA

BNC-RCA

Connector BNC ini adalah Konektor yang digunakan untuk merubah BNC menjadi RCA yang akan dihubungkan ke Monitor atau ke TV. Konektor ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya

Konektor pada Fiber Optik

1. Konektor FC : digunakan untuk jenis kabel single mode dengan akurasi yang tinggi untuk menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Jenis konektor ini menggunakan drat ulir dengan posisi yang bisa diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat, akurasinya tidak berubah.
Konektor FC

2. Konektor SC : digunakan dalam jenis kabel single mode dan bisa dilepas pasang. . Konektor SC,bentuknya persegi dan lebih mudah dihubungkan ke area yang ditentukan

Konektor SC

3. Konektor ST : bentuknya seperti bayonet berkunci dan hampir mirip dengan konektor BNC. Umum digunakan pada jenis kabel single mode maupun multi mode. 


Konektor ST

Konektor ini paling umum dan yang sering digunakan bersama kabel fiber optik. berbentuk batang, mirip dengan konektor BNC. 

4. Konektor Biconic : jenis konektor yang pertama kali muncul dalam komunikasi fiber optik dan jenis ini sekarang sudah sangat jarang digunakan.


Konektor BNC

5. Konektor D4 : jenis komputer ini hampir mirip dengan konektor FC, hanya berbeda ukurannya. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.

Konektor D4

6. Konektor SMA : jenis konektor ini lebih dahulu muncul dari konektor ST yang sama-sama mempunyai penutup dan pelindung.


Konektor SMA
7. Konektor yang baru saat ini lebih popular adalah konektor MT-RJ. Konektor MT-RJ menggunakan model plastik seperti yang digunakan konektor RJ-45, yang memudahkan untuk dipasang. Dua kabel fiber terhubung ke dalam satu konektor, sama dengan konsep konektor SC

8. Beberapa jenis konektor lain yang biasanya digunakan dalam jaringan adalah Konektor FDDI, Konektor LC, Konektor MT Array.

Konektor FDDI

Konektor LC


Lihat juga penjelasan tentang kabel jaringan yang dipakai pada masing-masing konektor diatas, silahkan di buka Disini


Mengenal Jenis Kabel Jaringan dan Kegunaanya Sebagai Media Untuk Transmisi Data

Terbiasa dengan kabel sebagai dengan media untuk transmisi data? pada umumnya orang hanya mengetahui satu jenis kabel yang digunakan sebagai kabel jaringan untuk komunikasi data yakni, kabel UTP atau lebih dikenal sebagai kabel LAN. Ada beberapa jenis kabel yang digunakan, kabel jaringan sendiri saat ini terdiri dari beberapa jenis. Paling tidak, ada 3 macam jenis kabel jaringan yang biasa digunakan saat ini dalam membentuk suatu jaringan. Ketiga jenis kabel tersebut adalah :

1. Kabel Coaxial

Kabel Coaxial



Coaxial Cable adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel coaxial merupakan salah satu jenis kabel jaringan komputer yang klasik, dan saat ini sudah hampir tidak pernah digunakan lagi untuk penggunaan jaringan kabel pada sebuah sistem jaringan komputer.  kabel koaksial biasa disebut juga BNC (Bayonet Naur Connector) atau COAX kabel ini sering digunakan untuk kabel antena tv dan sering juga digunakan pada jaringan LAN.

Pusatnya berupa inti kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang kemudian dililiti lagi oleh kawat berselaput konduktor. Jenis kabel ini biasa digunakan untuk jaringan dengan bandwith yang tinggi. Kabel coaxial mempunyai pengalir tembaga di tengah (centre core). Lapisan plastik (dielectric insulator) yang mengelilingi tembaga berfungsi sebagai penebat di antara tembaga dan “metal shielded“. Lapisan metal berfungsi untuk menghalang sembarang gangguan luar dari lampu kalimantang, motors, and perlatan elektonik lain. Lapisan paling luar adalah lapisan plastik yang disebut Jacket plastic. Lapisan ini berfungsi seperti jaket yaitu sebagai pelindung bagian terluar.


Kabel koaksial biasa digunakan dalam jaringan LAN terutama Topologi Bus yang banyak menggunakan kabel koaksial. Kesulitan utama dari penggunaan kabel koaksial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak benar-benar diukur secara benar akan merusak NIC (Network Interface Card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya.

Kabel ini biasanya banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar.

Penggunaan kabel coaxial pada LAN memiliki beberapa keuntungan. Penguatannya dari repeater tidak sebesar kabel STP atau UTP. Kabel coaxial lebih murah dari kabel fiber optic dan teknologinya juga tidak asing lagi. Kabel coaxial sudah digunakan selama puluhan tahun untuk berbagai jenis komunikasi data. Ketika bekerja dengan kabel, adalah penting untuk mempertimbangkan ukurannya.


Penggunaan kabel Coaxial
Dalam penggunaannya di dalam jaringan, kabel coaxial saat ini sudah tergantikan oleh fungsi kabel Twisted Pair. Biasanya, kabel coaxial ini digunakan pada jenis jaringan yang memilki topologi jaringan bus dan juga topologi ring.
Penggunaan dari kabel coaxial yang sudah jarang digunakan ini tidak lain merupakan konsekuensi dari beberapa kelemahan yang dimilki oleh kabel coaxial itu sendiri.

Kelemahan kabel coaxial
Salah satu kelemahan utama dari jens kabel coaxial ini di dalam jaringan adalah karena memiliki jangkauan dan juga kualitas pentransmisian data yang terbatas, sehingga sudah jarang digunakan. Selain itu, kabel coaxial juga dinilai kurang fleksibel, terutama apabila dibandingkan dengan kabel twisted pair.

2. Twisted Pair

Sesuai namanya, twisted pair, kabel jenis ini memiliki bentuk fisik berupa pasangan dari kabel kabel yang dipasang secara berilit satu sama lain, membentuk spiral. Kabel jenis ini merupakan jenis kabel yang saat ini paling banyak dan juga umum digunakan untuk pembuatan sebuah jaringan local atau LAN.

Kabel FTP, STP, UTP


Kabel twisted pair memiliki 3 jenis kabel utama, berikut ini beberapa jenis kabel twisted pair, beserta ciri – cirinya :

UTP (unshielded twisted pair)
Kabel UTP dalam aplikasinya tidak mendukung sebuah perlindungan atau proteksi dari kumpulan spiralnya. Karena tidak memilki perlindungan apapun pada bagian kabelnya, maka kabel jenis UTP ini memiliki kelemahan utama, yaitu sangat rentan dan juga sensitive terhadap voltase tinggi dan juga medan magnet. Kabel UTP banyak digunakan pada kabel jaringan telepon, dan juga jaringan LAN kecil (baca : Urutan kabel straight dan cross)

FTP (foiled twisted pair)
FTP memiliki spesifikasi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP, karena lapisan kabelnya dilindungi oleh semacam foil, sehingga hal ini membuat kabel jenis FTP memiliiki ketahanan yang lebih baik terhadap noise dan gangguan magnetic dibandingkan dengan kabel UTP

STP (shielded twisted pair)
Hampir sama dengan kabel FTP, kabel STP juga memiliki perlindungan di dalam lapisan kabelnya. Yang membedakan hanyalah bahan yang digunakan untuk melapisi susunan kabel twisted pairnya. STP juga memiliki kemampuan yang baik dalam menangkal noise dan gangguan magnetic.
Meskipun secara praktis kabel FTP dan juga kabel STP memilki banyak sekali keunggulan dibandingkan dengan UTP, namun demikian, kabel UTP masih menjadi favorit dalam penggunaannya di sebuah jaringan komputer. Hal yang membuat kabel UTP masih banyak digunakan adalah faktor ekonomis, dimana kabel jenis UTP memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan kabel FTP dan jga STP. Hal ini menyebabkan kabel UTP masih menjadi pilihan pertama dalam pembuatan jaringan.

3. Fiber Optik

Jenis kabel jaringan yang ketiga adalah kabel jaringan fiber optic. Kabel fiber optic ini merupakan jenis kabel yang terdiri atas kumpulan serat – serat fiber, dengan ukuran yang lebih kecil dan juga lebih fleksibel dibandingkan dengan kabel twisted pair.






Penggunaan Kabel fiber optik
Pada awalnya, kabel fiber optik hanya digunakan untuk keperluan khusus, seperti penggunaan pada jaringan backbone pada suatu perusahaan besar. Namun lama kelamaan, jaringan dengan menggunakan fiber optic menjadi semakin populer dan digunakan untuk keperluan jaringan secara umum, bahkan saat ini jaringan internet di rumah anda pun sudah banyak yang mendukng konektivitas menggunakan fiber optic

Keunggulan dan kelemahan Fiber Optik
Meskipun banyak digunakan secara luas, namun demikian kabel fiber optic di dalam suatu jaringan memiliki beberapa keunggulan, sekaligus kelemahannya. Berikut ini beberapa kelemahan dan juga keunggulan dari kabel fiber optic :
eunggulan, sekaligus kelemahannya. Berikut ini beberapa kelemahan dan juga keunggulan dari kabel fiber optic :
Keunggulan
  1. Mampu mentransmisikan sinyal dengan kecepatan tinggi
  2. Simple dan juga fleksibel
  3. Dapat mentransmisikan sinyal cahaya
  4. Tahan terhadap gelombang radio

Kelemahan
  1. Harga instalasi yang tinggi
  2. Tidak semua provider mau mendukung jaringan menggunakan fiber optic
  3. Apabila digunakan pada jaringan sederhana dan kecil, tidak akan berpengaruh banyak
  4. Kecepatan transmisi masih dibatasi oleh provider

Kesimpulan dan perbedaan dari ketiga jenis kabel jaringan
Secara umum, dapat ditarik kesimpulan berupa perbedaan dari ketiga jenis kabel jaringan yang sudah dibahas, beserta kunggulan dan juga kelemahannya :

Kabel Coaxial
  1. Dapat digunakan untuk jaringan dengan topologi bus dan juga ring
  2. Memiliki kapasitas transmisi data yang terbatas
  3. Sudah jarang digunakan dan didukung oleh perangkat keras jaringan

Kabel Twisted Pair
  1. Harga relative jauh lebih murah
  2. Mudah diperoleh
  3. Instalasi yang tidak repot
  4. Sayangnya untuk jenis UTP, tidak memiliki ketahanan terhadap noise atau gangguan magnetik

Kabel Fiber Optic
  1. Mampu mentransmisikan data lebih cepat dan optimal
  2. Tahan terhadap gangguan magnetic dan gelombang radio
  3. Sayangnya memilki biaya atau cost investasi yang sangat mahal
Penggunaan jenis jenis kabel jaringan komputer tergantung pada implementasi atau topologi jaringan seperti topologi bus, topologi star, atau apakah topologi ring serta budget yang disediakan.

Sumber




Rabu, 17 Mei 2017

Power Line Communication Networking

Power Line Communication  sering disebut komunikasi melalui kabel listrik, dikenal sebagai 
Power Line Digital Subscriber Line (PDSL),
mains communication, 
Power Line Telecom (PLT), 
Power Line Networking (PLN), atau 
Broadband over Power Lines (BPL) 

adalah sistem untuk membawa data pada konduktor

Proses Perhitungan Subnetting

Kali ini saatnya untuk berbagi artikel pembelajaran mengenai teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.



Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:


Subnet Mask
Nilai CIDR
255.128.0.0
/9
255.192.0.0
/10
255.224.0.0
/11
255.240.0.0
/12
255.248.0.0
/13
255.252.0.0
/14
255.254.0.0
/15
255.255.0.0
/16
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30



SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari kita langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu: 
  • Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  • Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  • Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

Subnet
192.168.1.0
192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.192
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Terakhir
192.168.1.62
192.168.1.126
192.168.1.190
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.255


Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.


Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30
  
 Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:
  •     Jumlah Subnet =  2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  •     Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  •     Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  •     Alamat host dan broadcast yang valid?


Subnet
172.16.0.0
172.16.64.0
172.16.128.0
172.16.192.0
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.64.1
172.16.128.1
172.16.192.1
Host Terakhir
172.16.63.254
172.16.127.254
172.16.191.254
172.16.255.254
Broadcast
172.16.63.255
172.16.127.255
172.16.191.255
172.16..255.255


Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:

  1.     Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2.     Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3.     Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4.     Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0
172.16.0.128
172.16.1.0
172.16.255.128
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.0.129
172.16.1.1
172.16.255.129
Host Terakhir
172.16.0.126
172.16.0.254
172.16.1.126
172.16.255.254
Broadcast
172.16.0.127
172.16.0.255
172.16.1.127
172.16.255.255


Jika Anda masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan.



SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.0
10.1.0.0
10.254.0.0
10.255.0.0
Host Pertama
10.0.0.1
10.1.0.1
10.254.0.1
10.255.0.1
Host Terakhir
10.0.255.254
10.1.255.254
10.254.255.254
10.255.255.254
Broadcast
10.0.255.255
10.1.255.255
10.254.255.255
10.255.255.255

Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya 
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2. 
Selamat belajar, semoga bermanfaat.